Sempalan Kisah “Di Tengah Keluarga”

Buku karya Ajip Rosidi yang berjudul, Di Tengah Keluarga ini merupakan kumpulan yang dibuat dalam bentuk sempalan-sempalan kisah. Kisah  yang memiliki arti dan makna yang mendalam bagi para pembaca yang memang benar-benar membacanya. Buku Di Tengah Keluarga, merupakan salah satu judul dari cerita yang ada di buku. Buku ini terdiri dari dua bagian yang masing- masing bagiannya memiliki kisah dan ceritanya sendiri.

Bagian pertama buku berjudul Hari-hari Punya Malam memiliki lima kisah yaitu Kekayaanku, Di Tengah Keluarga, Jati Tak Berbunga Lagi, Sepeda, dan Kutukan. Bagian ini secara garis besar menceritakan tentang tokoh aku yaitu Ajip sendiri yang memiliki kisah hidup yang gelap, kelam, dan banyak didatangi masalah.

Ajip Rosidi lahir di Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, tepat pada tanggal 31 Januari 1938, yang juga anak dari pasangan  Dayim Sutawiria dan  Sitti Konaah. Beliau merupakan sastrawan berkebangsaan Indonesia, sastrawan berdarah Sunda dan juga pernah menjadi dosen serta pendiri dan ketua Yayasan Kebudayaan Rancage.

Tokoh aku (Ajip) dalam buku ini, menceriatakan kisah kecilnya yang sudah ditinggalkan oleh orang tuanya yang sudah bercerai. Pada bagian ini, banyak masalah yang rumit sehingga perlu untuk diselesaikan. Masalah tersebut perlu dimengerti oleh bocah kecil sebagaimana tokoh aku dalam buku itu. Di samping kisah tentang aku ditampilkan pula tokoh ibu tiri yang memiliki watak sangat pelit, kikir harta, dan kejam. Oleh karena sikap dari ibu tiri tersebut, tokoh aku menyimpan dendam yang membara dan sempat diluapkan ketika ibu tirinya sedang berkumpul bersama nenek dan ayah (suami dari ibu tiri Ajip).

Pada cerita selanjutnya, tokoh aku ini terlihat sangat terombang ambing di antara dua keluarga yang sudah berpisah. Lantaran hal itu, si aku mendapat perhatian lebih dari sang nenek yang selalu memanjakannya. Cerita selanjutnya, penulis menceritakan tentang sebuah kota yang sangat berarti baginya: sebuah kota kecil yang tak berbeda jauh dengan kota kecil lainnya. Bedanya, kota ini berada di Jalan Raya Daendels Cirebon-Bandung. Itulah kota kelahirannya, Jatiwangi. Di sini Ajip (tokoh aku) dapat dikatakan sebagai blasteran Jawa-Sunda. Ia juga sebenarnya memiliki buyut yang memang sudah tua yang berasal dari Tanah Jawa. Kehadiran buyut ini tak dihiraukan oleh Ajip, hingga takdir menjemputnya (Buyutnya). Saat itulah Ajip merasa kehilangan dan merasa kehadiran buyutnya amat sangat berharga namun apa yang harus dilakukannya sudah terlambat.

Lalu, pada bagian cerita Hari-hari Punya Malam menceritakan tentang niat, tekad, dan kegigihan Ajip.  Ditampilkan  juga perilaku ayah kepada kakek dan nenek (orang tua ayah). Pada cerita Hari-hari Punya Siang, berisi kisah-kisah manis. Dimulai dari kisah pertemanan, persahabatan, dan kekeluargaanya yang di mana ini dikisahkan saat nenek dan Ajip ingin pergi ke rumah Bi Rusih yang akhirnya dibantu oleh Mang Memet.

Buku Di Tengah Keluarga ini menarik untuk dibaca. Di dalamnya, mengungkap masalah perceraian yang banyak dialami oleh sebagian keluarga. Masalah yang akan menimbulkan dampak khususnya kepada anak. Di samping itu, buku ini berisi tentang kehidupan yang terjadi pada masa perang kemerdekaan. Cerita dengan latar masa perjuangan akan memberikan gambaran kepada pembaca yang umumnya adalah orang-orang yang hidup di zaman merdeka. Kelebihan lain yang terdapat pada buku ini adalah memeberikan nilai-nilai kehidupan yang dapat diambil sebagai pelajaran bagi pembaca.

Selain keunggulan yang terdapat dalam buku ini, ada juga hal-hal yang perlu untuk dikaji kembali. Di antaranya, gaya penceritaan dalam buku ini disampaikan secara rumit atau berbelit-belit sehingga sulit untuk dipahami.

Pesan moral yang dapat diambil dalam buku ini adalah, tetap semangat dan pantang menyerah  untuk menghadapi kerasnya kehidupan. Dan betapa pentingnya kasih sayang dalam keluarga. Keluarga yang utuh akan memberikan kebahagiaan bagi anggotanya. Kehadiran seorang ayah dan kasih sayang ibu adalah sumber kekuatan bagi anak-anaknya.

Berdasarkan pembacaan ini, maka, dapat disimpulkan bahwa buku ini layak dibaca oleh remaja tentunya dengan arahan baik, mengenai keberadaan ayah atau ibu tiri yang tidak selamanya memiliki watak yang jahat. Buku ini juga layak dibaca oleh orang dewasa karena memberikan pembelajaran tentang kehidupan. Buku ini juga layak untuk direkomendasikan agar dibaca oleh masyarakat khususnya, yang tinggal di Jatiwangi agar lebih mengenal salah seorang sastrawan yeng berasal dari kawasan itu, yakni, Ajip Rosisdi.

Siswa SMPN 1 Jatiwangi dan juga Juara Pertama Lomba Ulasan Buku "Di Tengah Keluarga" Karya Ajip Rosidi.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar

Perumahan Margawangi, Jalan Margawangi VII No.5, Ciwastra, Kota Bandung 40287. Telp. 0227511914

Social Profiles

Facebook