Gunung Hawu

Gunung Hawu terletak di antara dua kampung: kampung Pamucatan dan kampung Cidadap. Namun, secara administratif, gunung ini berada di kawasan kampung Pamucatan, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Karena membentuk gua (hawu), gunung ini, bila dilihat dari depan bentuknya unik, dan jika dilihat dari atas, membentuk lubang. Konon, secara ilmiah, gunung ini sering disebut-sebut memiliki lengkungan alam. Proses terbentuknya lengkungan alam di Gunung Hawu menjadi perhatian ilmuan di bidang perbatuan. Bahkan, lengkungan alam yang ada di Gunung Hawu itu, sering disetarakan dengan lengkungan alami yang ada di Amerika: Virginia dan Utah. Besarnya dimensi lengkungan alam yang terdapat di Gunung Hawu, membuat gunung itu disebut juga sebagai jembatan alam.

Berdasarkan cerita lisan, bahwa penamaan Hawu, berasal dari penduduk sekitar. Sebab, penamaan Hawu hanya relevan saat kita melihat gunung ini dari arah perkampungan Cidadap. Konon, hawu adalah tempat penduduk lokal memasak. Berbentuk lubang, lubangnya diisi kayu bakar, dan di atas lubang disematkan peralatan masak, seperti panci, katel dan lain-lain. Oleh karenanya, penamaan hawu hanya relevan jika kita melihatnya dari arah depan, yaitu dari kampung Cidadap. Dan tidak dapat diamati dari arah belakang, atau dari kampung Pamucatan.

Gunung ini sempat menjadi objek wisata favorit bagi warga desa Padalarang. Pasalnya, sejak beberapa tahun ke belakang, di gunung ini masih terdapat banyak monyet, pepohonannya rindang, dan pemandangan yang masih tampak indah. Berbeda dengan sekarang. Kini, di bagian atas Gunung Hawu sudah dijadikan areal pertambangan batu kapur (Karst) yang ada di situ. Dengan mengeruk batu sebanyak-banyaknya, para penambang tidak melihat dampak kerusakan ke depannya. Wisatawan atau pengunjung, sekalipun penduduk lokal, menjadi ‘ogah-ogahan’ berkunjung ke daerah itu. Selain pemandangannya sudah tidak elok lagi, areal pertambangan begitu amat berbahaya. Sewaktu-waktu, bisa ada batu yang berjatuhan ke bawah tak terkendali. 

Selain cara penambangannya yang sudah tidak sederhana lagi, para pengusaha tambang, sudah meninggalkan cara-cara menambang batu secara tradisional. Cara-cara itu digantikan dengan cara yang lebih halus atau kasar, dengan massif dan teknik tinggi. Ada kalanya pengusaha tambang menggunakan cara kasar, yaitu dengan menanam dinamit kecil di dalam batu yang akan ditambang kemudian diledakan. Tapi kadang menggunakan cara halus dengan cara menggergaji batu karst yang ditambang. Meski penambangan sudah semakin massif dan kian merusak sebagian Gunung Hawu, masih saja ada yang suka berkunjung ke Gunung Hawu. Sebab lengkungan alam atau jembatan alam yang unik itu berhasil dilindungi oleh hukum, dan melarang bagi siapapun yang merusaknya. Dengan demikian, tebing di areal tersebut tak ada yang berani menganggu, dan ini menjadi daya tarik bagi para pegiat panjat tebing.

Tepat di areal lengkungan alam, dulu, di sekitar situ merupakan tempat para penduduk lokal untuk berburu sarang walet. Namun, sekarang tidak lagi. Karena areal berburu sarang walet yang ada saat ini, sudah terurug tanah akibat batu-batu karst penyangga tanah, yang dibabat habis dari atas. Di areal itu juga terdapat gua vertikal yang dalamnya kira-kira 50 meter. Ditambah dengan beberapa jalur panjat tebing yang dibuat oleh pegiat panjat tebing, terutama pegiat panjat tebing alumni Sekolah Panjat Tebing Skygers

Kendati demikian, bagi sebagian pengunjung yang enggan berkunjung ke kawasan Gunung Hawu karena takut tertimpa batu karst, mereka bisa memilih berwisata botram atau ngaliwet di pesawahan dan perkebunan jambu yang ada di daerah bagian bawah Gunung Hawu. Di sana, para pengunjung dapat merasakan betapa indahnya lengkungan alam yang ada di Gunung Hawu. Meski di sebagian titik, nampak ketidakelokkan oleh para pengusaha tambang, yang bisa menjadikan Gunung Hawu sebagai malapetaka karena ulah para pengusaha itu.

Bercita-cita ingin seperti Mona Roudo. Saat ini diangkat sebagai anggota BPD Padalarang

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar

Perumahan Margawangi, Jalan Margawangi VII No.5, Ciwastra, Kota Bandung 40287. Telp. 0227511914

Social Profiles

Facebook