Bahasa Kosta

Gambar diambil dari www.wikipedia.com

Menurut kamus bahasa Sunda LBSS, kosta itu artinya asing, maka bahasa kosta adalah bahasa asing. Dalam hal ini, bahasa asing yang telah diserap ke dalam bahasa Sunda. Sehingga diakui dan dipakai sebagai bahasa Sunda, baik dalam percakapan sehari-hari maupun yang tertulis dalam kamus bahasa Sunda itu sendiri.

Bahasa setiap bangsa di dunia ini hampir tidak ada yang murni sepenuhnya. Selalu saja ada yang tersusupi atau juga banyak kata serapan dari bahasa asing yang bersaling-silang. Begitu juga dalam bahasa Sunda, misalnya, pada kalimat sederhana: “Bangku, korsi jeung meja disimpen di pangkeng”. Bangku asalnya dari bahasa Belanda, korsi asalnya dari bahasa Arab, meja dari bahasa Portugis, sedangkan pangkeng dari bahasa Cina.

Di dalam naskah Sanghyang Siksa Kandang Karesian (1518), ahli bahasa disebut darmamurcaya, sedangkan jenis bahasa dari bermacam bangsa disebutkan cukup banyak: seperti  Cina, Keling, Parsi, Mesir, Samudra, Banggala dan Mekah (Arab). Begitu juga bahasa yang sekarang disebut bahasa daerah seperti Jawa,  Makasar, Bali, Sumbawa, Sasak dan lainnya. Dengan adanya data itu tidak mengherankan apabila di dalam bahasa Sunda terdapat bahasa serapan dari bahasa tersebut atau dari bahasa kosta.

Melalui pengamatan sepintas dari beberapa kamus bahasa Sunda, diperlihatkan beberapa contoh kata dalam bahasa Sunda yang dipakai sehari-hari dan juga berasal dari bahasa kosta. Dari bahasa Arab, misalnya, abdi, adab, adat, adil, aman, alamat dan akal. Dari bahasa Portugis, yaitu bandera, boneka, buludru,  kastrol, kerepus, lomari, lantera, pedal, taledor, tukeur, roda dan sapatu. Dari bahasa Belanda, baskom, kamar, koran, losin, buku, lampu. Dari bahasa Sangsekerta, aksara, angka, band, sawarga, talaga. Dari bahasa Kawi, batara, doraka, wibawa, wisata, salaka. Dari bahasa Cina, bihun, emih atau mih, cap (stempel), kecap, kinca, kuah, kueh, loak, loteng, toge, tauco, pangkeng, sosi (kunci), teko. Malah, kata sibeungeut juga ada yang beranggapan berasal dari bahasa Cina, sibenge. Begitu juga kata wuluku. Dari bahasa Persia juga terdapat di antaranya, kata abdas. Contoh-contoh ini hanya sebagian kecil dari bahasa kosta yang telah diserap ke dalam bahasa Sunda

Pelafalan orang Sunda terhadap  bahasa kosta tersebut mungkin berbeda dengan aslinya, tapi di sini justru memperlihatkan bahwa orang Sunda mempunyai sikap terbuka atas bahasa (baca budaya) dari luar. Sikap terbuka itu tentu tidak membabi buta, tetapi setelah melalui pemilahan dan pemilihan dalam proses yang panjang dan yang dianggap sesuai dengan sikap orang Sunda. 

Misalnya, kata sampeu dicurigai berasal dari bahasa Belanda cassava. Namun, yang diambil adalah save menjadi sape dan berubah lagi (metatesis) menjadi sampeu. Kata sampeu di dalam kamus Sunda-Inggris Jonathan Rigg (1862) tidak dituliskan. Justru, yang tercatat di sana adalah kata dangdeur sebagai sinonim sampeu. Begitu juga dalam kamus Sunda Satjadibarata kata sampeu tidak tercatat, tetapi untuk kata dangdeur, ada, dan artinya menyebutkan sampeu.

Adalah pengelola Rumah Baca Buku Sunda juga seorang penulis buku, "Ma Inung Newak Cahya".

Babango

Nini Antéh*

Gunung Hawu

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar

Perumahan Margawangi, Jalan Margawangi VII No.5, Ciwastra, Kota Bandung 40287. Telp. 0227511914

Social Profiles

Facebook